akidah akhlak kelas 7 bab akhlak tercela kepada Allah
AKHLAK TERCELA KEPADA ALLAH
RIYA’
Riya’
adalah memperlihatkan atau menonjolkan amal
kebaikan yang dilakukan dengan maksud mendapatkan pujian dari orang lain,
sehingga ia dikenal, dihargai, dihormati, dan sebagainya. Pengertian ini muncul, mengingat riya’secara bahasa merupakan bentuk mashdar (kata benda) dari kata raa’a-yuraa’i, yang memiliki arti melakukan sesuatu agar orang lain bisa
melihatnya kemudian memujinya. Sedangkan, menurut Al-Ghazali kata riya’ terambil dari kata ru’yah yang berarti “melihat”. Lebih lanjut menurut Al-Ghazali, riya’ didorong oleh
kesenangan mendapat pujian dan tidak senang mendapat kritikan atau celaan.
Riya’ terbagi menjadi dua
jenis, yaitu riya’
‘adah dan riya’ nifaq. Riya’ ‘adah adalah melaksanakan amal perbuatan karena
adat kebiasaan belaka, bukan karena hendak melaksanakan ajaran agama.
Sedangkan, riya’ nifaq’ adalah melaksanakan suatu amalan semata-mata untuk
dilihat orang banyak demi mendapat pujian.
Ciri-ciri orang yang memiliki sifat riya’
1.
Malas beribadah dan berbuat baik apabila tidak
kelihatan oleh orang lain
2.
Beribadah dilakukan sekedar untuk ikit-ikutan,
itupun apabila di tengah banyak orang
3.
Semangat beribadah bertambah apabila telah
terpuji, tetapi menyerah apabila telah tercela
4.
Ada upaya menampakan kebaikan, supaya orang
lain mengetahinya
Segi negatif melaksanakan
sifat riya’:
1.
Menghapus amal baik
2.
Menimbulkan kesempitan hidup
3.
Menjadikan amal ibadah yang baik menjadi batal,
berubah buruk, dan berbuah dosa
4.
Terjebak sifat sombong yang menyulitkan diri
sendiri
5.
Menghilangkan keimanan dan mendapat siksa akhirat
Segi positif
menghindari sifat riya’ :
1.
Disukai manusia dan juga Allah SWT
2.
Terhindar dari sifat riya’
3.
Menjadi seseorang yang dapat menghargai orang
lain
4.
Hati menjadi senang
5.
Hidup lebih bersahaja
Nifaq
A. Pengetian Nifaq
Nifaq dalam bahasa Arab diambil dari kata
Nafiqul Yarbu’ yang berarti lubang
tikus, karena biasanya tikus selalu menampakkan jalan masuknya ke lubang, Namun
tidak menampakkan jalan keluarnya. Jadi arti dasarnya adalah menampakkan
sesuatu dan menyembunyikan lawannya.
Dalam terminologi Islam, nifaq adalah
menampakkan apa yang sesuai dengan kebenaran, dan menyembunyikan apa yang
bertentangan dengannya. Seseorang yang menampakkan kebaikan, padahal kondisi
batin dan perbuatannya tidak demikian, dialah yang disebut Munafiq. Perbuatannya
disebut nifaq.
B. Macam-macam Nifaq
a)
Nifaq Besar (nifaq aqidah)
Yaitu
menyembunyikan kekufuran dalam hati dan menampakkan keimanan dalam lisan dan
perbuatan.
Ada
enam jenis Nifaq Besar:
1) Mendustakan Rasulullah saw secara parsial dan
keseluruhan.
2) Mendustakan sebagian ajaran yang dibawa
Rasulullah saw.
3) Membenci Rasulullah saw.
4) Membenci sebagian ajaran yang dibawa
Rasulullah saw.
5) Merasa gembira dengan kekalahan agama
Rasulullah saw.
6) Merasa benci dengan kemenangan agama
Rasulullah saw.
b)
Nifaq Kecil (nifaq amali)
Yaitu
bila perbuatannya yang tampak berbeda
dengan apa yang di syariatkan Islam.
Ada
lima jenis Nifaq Kecil:
1) Dusta dalam perkataan
2) Tidak menepati janji.
3) Mengkhianati amanah.
4)
Berlaku curang ketika bertengkar dengan jalan keluar dari aturan akhlak
yang luhur. Seperti ketika
berbicara melebih-lebihkan permasalahan dengan segala kebohongan.
5)
Penipuan.
Segi negatif melaksanakan sifat nifaq
:
1.
Tercela
dalam pandangab Allah
2.
Mendapat
siksa yang amat pedih di hari akhir
3.
Menimbulkan
kekecewakan hati dan fitnah karena ucapan dan perbuatannya yang tidak menentu
Segi positif menghindari sifat nifaq :
1.
Agar dapat dipercaya
2.
Berlatih
sikap jujur
3.
Menjadi
orang yang serius
4.
Agar
tidak memiliki jiwa pembohong
5.
Menjadi
orang yang bijaksana
Kufur
A.
Definisi Kufur
Kufur
secara bahasa berarti menutupi. Sedangkan menurut syara’ kufur adalah tidak
beriman kepada Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak
mendustakannya.
B.
Jenis Kufur
Kufur
ada dua jenis : Kufur Besar dan Kufur Kecil
Kufur
Besar
Kufur
besar bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam. Kufur besar ada lima macam,
yaitu :
1.
Kufur Karena Mendustakan
Dalilnya
adalah firman Allah.
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ
“Dan
siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta
terhadap Allah atau mendustakan kebenaran tatkala yang hak itu datang kepadanya
? Bukankah dalam Neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir ?”
[Al-Ankabut/29 : 68]
Kufur Kecil
Kufur kecil yaitu kufur yang tidak menjadikan
pelakunya keluar dari agama Islam, dan ia adalah kufur amali. Kufur amali ialah
dosa-dosa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dosa-dosa
kufur, tetapi tidak mencapai derajat kufur besar. Seperti kufur nikmat,
sebagaimana yang disebutkan dalam firmanNya.
“Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka
mengingkari dan kebanyakan mereka adalah orang-orang kafir” [An-Nahl : 83]
Termasuk juga membunuh orang muslim, sebagaimana yang
disebutkan dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Mencaci orang muslim adalah suatu kefasikan dan
membunuhnya adalah suatu kekufuran” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]
Dan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Janganlah kalian sepeninggalku kembali lagi menjadi
orang-orang kafir, sebagian kalian memenggel leher sebagian yang lain” [Hadits
Riwayat Bukhari dan Muslim]
Termasuk juga bersumpah dengan nama selain Allah. Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka
ia telah berbuat kufur atau syirik” [At-Tirmidzi dan dihasankannya, serta
dishahihkan oleh Al-Hakim]
Yang demikian itu karena Allah tetap menjadikan para
pelaku dosa sebagai orang-orang mukmin. Allah berfirman.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu
qishash berkenan dengan orang-orang yang dibunuh” [Al-Baqarah : 178]
Allah tidak mengeluarkan orang yang membunuh dari
golongan orang-orang beriman, bahkan menjadikannya sebagai saudara bagi wali
yang (berhak melakukan) qishash[1].
Allah berfirman
“Maka barangsiapa mendapat suatu pemaafan dari
saudarnya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan
hendaklah (yang diberi ma’af) membayar (diat) kepada yangmemberi maaf dengan
cara yang baik (pula)” [Al-Baqarah/2 : 178]
Yang dimaksud dengan saudara dalam ayat di atas –tanpa
diargukan lagi- adalah saudara seagama, berdasarkan firman Allah.
“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin
berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan
itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang
berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah, jika
golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara
keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang
berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu
damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat
rahmat” [Al-Hujurat : 9-10] [2]
Segi
negatif melaksanakan sifat kufur :
- Menyebabkan kesengsaraan di dunia dan di akhirat
- Senantiasa tidak puas
- Jika meninggal dalam dalam keadaan belum bertaubat, maka ia akan kekal di neraka
- Kehilangan kaislaman dan pahalanya
Segi
positif meninggalkan sifat kufur :
1.
Senantiasa
dekat dengan Allah
2.
Hidupnya
tentram
3.
Terhindar
dari azab Allah
Syirik
Pengertian
Syirik
Syirik adalah menyamakan Allah dengan
selain-Nya dalam perkara-perkara yang menjadi kekhususan Allah. Mengingkari
Rububiyah Allah atau sesuatu dari kekhususan-kekhususan-Nya atau mengakui
memiliki sesuatu dari kekhususan tersebut atau membenarkan orang yang
mengakuinya.
Orang
yang berbuat syirik dalam beribadah, ibarat orang yang telah bersuci kemudian
berhadats sehingga kesuciannya batal. Demikian pula kesyirikan, ia akan
menghapus seluruh amal serta menjadikan pelakunya kekal di neraka.
Macam-macam Syirik
Ibnul
Qayyim membagi syirik menjadi dua yakni syirik Akbar (besar) dan syirik asghar
(kecil).
a. Syirik Akbar (besar)
Syirik
besar adalah bahwa ia menjadikan sekutu selain Allah yang ia sembah dan taati
sama seperti ia menyembah dan menaati Allah.Apabila pelaku syirik besar
meninggal dunia sebelum bertobat maka ia tidakakan diampuni, sehingga ia kekal di
neraka. Akan tetapi, jika pelaku syirik ini sempat bertobat sebelum meninggal,
Allah akan mengampuninya.Syirik besar ada enam macam, yaitu:
1.
Syirik
do’a
Yaitu berdo’a kepada selain Allah sama
seperti berdo’a kepada Allah, baik sebagai permohonan maupun sebagai ibadah.
Jika dengan doa itu ia memohon manfaat atau meminta dihindarkan dari bahaya,
maka ia disebut sebagai doa permohonan. Jika dengan doa itu menunjukkan
kepasrahan dan ketunfukan kepada Allah, maka itu disebut doa ibadah. Kedua doa
itu tidak ditujukan kecuali hanya kepada Allah karena tidak boleh menyembah
selain Allah dengan kedua doa itu.
1.
Syirik
keta’atan, yaitu menaati selain Allah dalam hal maksiat kpada Allah
2.
Menyembelih(kurban)
untuk selai Allah
3.
Meminta
dipenuhi kebutuhan kepada orang yang sidah meninggal
4.
Memohon
perlindungan dan penjagaan kepada selain Allah
5.
Bernazar
untuk selain Allah
2. Syirik Kecil
Yaitu menyamakan sesuatu selain Allah dalam
bentuk perkataan dan perbuatan baik yang diucapkan maupun yang tersembunyi.
Syirik kecil tidak membuat pelakunya keluar dari islam, tetapi mengurangi
kesempurnaan tauhid. Adapun syirik kecil dibagi menjadi dia macam, yaitu :
a.
Syirik
zahir ( nyata)
Yaitu
syirk kecil yang dalam bentuk ucapan dan erbuatan. Contohnya, dalam bentuk
ucapan bersumpah dengan nama selain Allah, sedangkan dalam bentuk perbuatan
seperti memakai jimat.
b.
Syirik
Khafi (tersembunyi)
c.
Syirik
ini biasanya berada dalam hal keinginan dan niat. Seperti, riya’ dalam
mengerjakan amal.
Segi negatif melaksanakn sifat syirik:
- Doa syirik tidak diampuni
- Terhapus amal kebaikan yang pernah dilakukan
- Tersesat sejauh-jauhnya
- Diharamkan oleh Allah untuk masuk surga
- Tidak mengalami ketenangan dalm hidupnya
Segi
positif meninggalkan sifat syirik :
- Mengalirkan rasa kesederhanaan dan kesejahteraan
- Munculnya kepercayaan yang teguh dalam swegala hal, tidak mempunyai hubungan khusus dengan siapapun atau apapun yang menyebabkan rusaknya iman
- Tidak putus asa dengan keadaan yang dihadapi
- Menjadi taat dan patuh kepada hukum-hukum Allah
- Mnjadikan manusia yang memiliki pandangan luas
Su'udhon
Berburuk sangka(su’dzon)
adalah sifat yang mencari-cari kesalahan orang lain. Apabila timbulnya buruk
sangka, maka sudah tentu rasa untuk ingin mencari kesalahan seseorang tersebut
sehingga timbul terbukalah kesalahan.aib atau kelemahan seseorang itu yang
menyebabkan si pelaku merasa puas. Bila sudah berburuk sudah berburuk sangka,
maka kebenceian akan merajrela
Secara umum ada tiga macam suudzon,
yaitu :
1.
Su’udzon
penuh
Yaitu berprasangka buruk penuh. Memastikan
bahwa orang yang belum dikenalnya atau
baru dikenalnya pasti orang jahat
2
. Su’udzon bertahap
Yaitu berpra sangka buruk bertahap. Belum
memastikan bahwa orang yang belum dikenalnya atau baru dikenalnya pasti orang
jahat.
3 .
Su’udzon sebagian
Yaitu berprasangka buruk sebagian, tetapi
sebagian juga berprasangka baik.
Segi negati melaksanakan sifat su’udzon ;
1.
Selalu
ingin mencari kesalahan orang lain
2.
Menghancurkan
persatuan
3.
Mengangkai
kebenaran
Segi ppositif meninggalkan sifat su’udzon :
1.
Hidup
lebih tenang
2.
Mempunyai
nilai positif di masyarakat
3.
Terhindar
dari murka Allah
4.
Selalu
berpikir positif
5.
Langkah
tegas menghindari fitnah
Takabur
Takabur atau sombong secara bahasa artinya membesarkan diri
atau menganggap dirinya lebih dari orang lain. Pengertian takabur secara
istilah adalah suatu sikap
mental yang memandang rendah terhadap orang lain serta tidak mau taat kepada
Allah, sementara ia memandang tinggi dan mulia terhadap dirinya sendiri. Islam
sangat melarang umatnya untuk memiliki sifat takabur(sombong) kepada Allah,
karena kita harus sadar bahwa semua yang kita miliki hanyalah pemberian dan
titipan Allah, oleh karena itu kita harus menysukuti setiap nikmat yang
diberikan oleh Allah SWY, sebagai nikmat dan karunianya. Takabur kepada Allah
merupakan bentuk takabur terburuk seperti yang pernah dilakukan oleh Namrud,
Fir’aun, dan sejenisnya.
Segi positif mninggalkan sifat Takabur kepada
Allah :
1.
Menumbuhkan
sifat keimanan yang lebih kuat
2.
Menumbuhkan
kesadaran bahwa ada yang lebih hebat dari segalanya
3.
Senantiasa
bersifat rendah hati
4.
Semakin
dekat dengan Allah
Segi negati melaksanaknan sifat Takabur
kepada Allah :
1.
Hidupnya
tidak selamat dunia akhirat
2.
Celaka
3.
Membuntukan
jalan pikiran
4.
Menimbulkan
iri atau syirik
5.
Dibenci
oleh Allah
6.
Memperoleh
azab dari Allah
Fasiq
Fasik secara etimologi berarti "keluar dari
sesuatu". Sedangkansecara terminologiberarti
seseorang yang menyaksikan, tetapi tidak meyakini dan melaksanakannya.Dalam
agama Islam, pengertian
dari fasik adalah orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya
Fasiq
dapat dibedakan menjadi 2 jenis :
1
.Fasiq
kecil yakni, seseorang yang masih berbuat maksiat atau dosa namun masih memiliki iman
dalam hatinya.Seperti : menuduh perempuan baik berzina.
2.Fasiq besar yakni, seseoang yang telah
menyekutukan tuhannya karena perbuatan atau perkataan.
Murtad
Murtad berasal dari kata irtadda yang artinya raja’a{kembali},
sehingga apabila dikatakan irtadda’an diinihi maka artinya orang itu telah
kafir setelah memeluk. Perbuatan yang menyebabkan dia kafir atau murtad itu
disebut sebagai riddah(kemurtadan). Secara istilah makna riddah adalah menjadi
kafir sesudah berislam. Seperti contohnya ucapan mencela Allah ta’ala atau
Rasul-Nya, menjelek-jelekkan malaikat atau salah serorang rasul. Atau mengaku
mengetahui ilmunghaib, mengaku sebagai Nabi, membenarkan orang yang mengaku
Nabi, berdo’a kepada slain Allah atau meminta perlindungan kepada selain Allah .
Segi negatif
melaksanakan sifat murtad :
1.
Amal ibadahnya terhapus
2.
Haknya sebagai seorang muslim sirna
3.
Jika meninggal dalam keadaan murtad, tidak boleh
dimintakan ampunan baginya
4.
Mendapat dosa
Komentar
Posting Komentar