IPS kelas 7 bab Interaksi sosial dan lembaga sosial



INTERAKSI SOSIAL DAN LEMBAGA SOSIAL
  A. .  Interaksi Sosial

1.   Pengertian Interaksi Sosial
           Interaksi Sosial adalah suatu hubungan sosial yang dinamis                                      antara orang perorangan, antara kelompok manusia, maupun antara orang    perorang dan kelompok manusia. Interaksi sosial merupakan proses setiap orang  menjalin kontak dan berkomunikasi dan saling memengaruhi dalam pikiran maupun dengan tindakan. Manusia melakukan interaksi sosial. Tujuan interaksi sosial dalam kehidupan manusia untuk memenuhi  berbagai kebutuhan pokok, Kebutuhan dan ketertiban, pendidikan dan kesehatan, dan kebutuhan akan kasih     sayang
2.   Syarat terjadinya interaksi  
        Syarat khusus terjadinya interaksi sosial yaitu adanya kontak sosial (social  contac) dan komunikasi (communication).
a.    Kontak sosial, terbentuk apabila terdapat tindakan seseorang dan respon dari pihak lain, baik secara langsung(primer), maupun tidak langsung (sekunder). Kontak sosial terbagi menjadi dua yaitu, kontak sosial langsug dan kontak sosial tidak langsung.
b.    Komunikasi, adalah proses pengiriman pesn atau berita dari pembawa pesan kepada penerima pesan. Proses komunikasi terbentuk melalui lima unsur, antara lain :
1.    Sumber informasi
2.    Pesan yang disampaikan
3.    Alat
4.    Penerima pesan
5.    Respons atau tanggapan

Ciri-ciri tindakan manusia dikatakan sebagai interaksi sosial.
1.    Jumlah pelakunya lebih dari seorang.
2.    Berlangsung secar timbal balik.
3.    Adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol yang disepakati.

3.   Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial
a.    Faktor imitasi, merupakan proses seseorang mencontoh orang lain atau kelompok. Imitasi dibagi menjadi 2, yaitu Imitasi baik(positif) dan imitasi tidak baik(negative). Contohnya imitasi positif, seorang anak perempuan bermain masak-masakan karena melihat ibunya, pada saat memasak di dapur.
b.    Faktor sugesti, merupakan penraruh yang dapat menggerakkan hati orang secara emosional dari pihak lain. Contohnya, seorang pasien yang berobat ke seorang dokter, pasien tersebut akan cepat mengalami penyembuhan salah satunya disebabkan adanya rasa sugesti pada dokter tersebut.
c.    Faktor identifikasi merupakan keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Contohnya seorang anak yang mengidolakan pemain bola, sehingga semua tingkah laku idolanya akan dilakukan.
d.     Faktor simpati merupakan kemampuan untuk merasakan diri seolah-olah dalam keadaan orang lain dan ikut merasakan apa yang dilakukan, dialami, atau diderita orang lain. Contohnya, kita akan measakan sedih dan berusaha ingin membantu pada saaat tetangga kita tertimpa musiba.
e.    Motivasi, motivasi adalah suatu dorongan yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi motivasi tersebutmenuruiynag dimotivasikan kepadanya, secara kritis, rasional, dan pernyataan. Contohnya, guru memberikan motivasi kepada muridnya untuk rajin belajar.

4.   Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
        Bentuk interaksi sosial dibedakan menjadi dua kelom[pok yaitu bentuk intraksi sosial asosiatif, dan disosiatif.

a. Proses-proses asosiatif
Proses ini terjadi apabila seseorang atau kelompok melakukan interaksi sosial yang mengarah kepada kesatuan pandangan. Proses ini terdiri atas bentuk, yaitu :

1)    Kerja sama( Cooperation), adalah suatu usaha bersa antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
2)     Akomodasi (Accomodation), adalah proses penyesuaian sosial dalam interaksi antarindividu dan antarkelompok untuk meredakan pertentangan.
3)    Asimilasi(Assimilation), adalah proses ke arah peleburan kebudayaan sehingga setiap pihak dapat merasakan kebudayaan tunggal sebagai milik bersama.
4)    Akulturasi (Acculturation, ), adalah proses yang timbul dari suatu kebudayaan untuk menerima unsur budaya asing tanpa menyebabkan kepribadian budaya sendiri hilang.

b. Proses-proses Disosiatif
             Proes ini terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang melakukan interaksi sosial yang mengarah  pada konflik dan merenggangkan solidaritas kelompok. Proses ini terdiri atas  tiga bentuk, yaitu :

1)    Persingan ( Competition), adalah suatu perjuangan dari berbagai pihak yang lomba-lomba untuk mencapai suatu tujuan yang sama.
2)    Kontravensi, adalah suatu bentuk proses sosial yang menunjukkan ketidaksamaan terhadap pihak lain.
3)    Pertentangan, adalah proses sosial antar perorangan atau kelmpok masyarakat tertentu akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar.

B.  Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial
     Interaksi sosial merupakan syarat utama dalam pembentukan suatu lembaga dalam masyarakat. Melalui interaksi sosial, manusia saling bekerja sama, menghargai, menghormati, hidup ukun, dan gotong royong. Sikap-sikap tersebut mampumenciptakan keteraturandan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat yang mendorong munculnya lembaga sosial. Kebutuhan masyarakat akan mendorong terbentuknys lembaga. Suatu lembaga terbentuk akibat dari berbagai aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan melalui interaksi sosial.
C.  Lembaga Sosial

1.    Pngertian Lembaga Sosial
        Manusia dikenal sebagai makhluk ekonomi (homo econimicus) karena manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan, tentu saja dengan cara yang rasinal sehingga dapat mencapai kesejahteraannya. Dalam rangka memenuhi kebutuhan itu manusia harus malakukan interaksi dengan orang lain. Setiap masyarakat mempunyai kebutuhan yang apabila dikelompokkan, terhimpun menjadi lembaga-lembaga sosial.
Lembaga sosial adalah himpunan-himpunan norma yang berhubungan dengan kebutuhan pokok dalam masyarakat. Dalam mewujudkan suatu tujuan manusia selalu membutuhkan orang lain, manusia membutuhkan komunikasi dengan manusia lain.
Oleh karena itu manusia disebut sebagai makhluk sosial, karena manusia memiliki nalur idasar untuk selalu berinteraksi. Sistem norma yang dapat katerogikan sebagai lembaga sosial harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut :
a.    Sebagian besar anggota masyarakat menerima norma tersebut.
b.    Norma tersebut menjiwai seluruh warg dalam system norma.
Di dalam masyarakat dikenal dengan empat tingkatan norma yaitu sebagai berikut
a.    Cara (Usage)
Pengertiannya ialah, Norma yang menunjukk kepada satu bentuk perbuatan sanksi yang ringan terhadap pelanggarnya.
b.    Kebiasaan (Folksway)
Kebiasaan adalah perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama.
c.    Tata Kelakuan (Mores)
Kebiasaan yang dianggap tidak hanya sebagai perilaku, tetapi diterima sebagi norma-norma pengatur. Maka di dalamnya sudah terdapat unsur pengawasan dan jika terjadi penyimoangan, pelakunya akan dekenakan sanks.
d.    Adat Istiadat (Customs)
Tata kelakuan yang menyatu dengan pola-pola perilaku masyarakat dan memiliki kekuatan mengingat yang lebih jika dilanggar, sanksi keras akan didapatkan dari masyarakat.

2.    Fungsi Lembaga Sosial
Fungsi Lembaga sosial secara umum sebagai berikut :
a.    Memberikan pedoman pada anggota-anggota masyarakat.
b.    Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan.
c.    Memberikan pedoman kepada masyarakat utuk mengadakan system pengendalian sosial(control sosial).

3.    Jenis-jenis lembaga sosial
Jenis-jenis lembaga sosial, terdiri dari :
a.   Lembaga Keluarga
     Keluarga berperan membina dan membimbing anggota-anggoatnya untuk beradaptasi dengan lingkungan fisik maupunlingkungan budaya dimana ia berada. Apabilasemua anggota sudah mampu untuk beradaptasi, maka kehidupan masyarakat akan tercipta menjadi kehidupan yang tenang, aman, dan tenteram.
Pada umumnya lembaga keluarga memiliki fungsi antara lain:
1)    Fungsi Reproduksi
Keluarga mempunyai fungsi reproduksi artinya dari pernikahan diharapkan akan memberi keturunan.
2)    Fungsi Proteksi (Pelindungan) 
Keluarga memberikan perlindungan kepada anggotanya, baik perlindungan fisik maupun yang bersifat kewajiban.
3)    Fungsi Ekonomi
Kerja sama yang baik antara ayah dan ibu di dalam mengelola pendapatan menjadikan keluarga dapat memfungsikam ekonomi secara efektif dan efesien.
4)    Fungsi Sosialisasi
Keluarga merupakan soialisasi pertama bagi anak atau sosialisasi primer. Di dalam keluarga, anak mulai dilatih dan diperkenalkan cara-cara hidup bersama dengan orang lain.
5)    Fungsi Afeksi
Keluarga memberikan kasih saying dan perhatian kepada anak-anaknya.
6)    Fungsi pengawasan sosial
Setiap anggota keluarga yang lebih tua, pada dasarnya saling mengawasi karena mereka memiliki tanggungjawab dalam menjaga nama baik keluarga.
7)    Fungsi pemberian Status
Keluarga memberikan status pada seorang anak, bukan hanya status yang diperoleh seperti status yang terkait dengan jenis kelamin, urutan kelahiran dan hubungan kekerabatan tetapi juga termasuk didalamnya status yang diperoleh orang tua yaitu status dalam suatu kelas sosial tertentu.
b.   Lembaga Agama
Agama merupakan suatu lembaga atau institusi pentng yang mengatur kehidupan rohani manusia. Agama sangat penting untuk menyeimbangkan kehidupan manusia yaitu antara kehidupan dunia dan akhirat. Fungsi:
1.    Sebagai pedoman hidup bagi manusia
2.    Sumber kebenaran
3.    Pengatur tata cara hubungan manusia
4.    Tuntunan prinsip benar dan salah
5.    Pedoman pengungkapan perasaan kebersamaan di wajibkan berbuat baik terhadap sesame
6.    Pedoman manusia berbuat baik
7.    Pedoman keberadaan yang hakikat nya makhluk hidup adalah ciptaan tuhan
8.    Pedoman untuk rekreasi dan hiburan.
c.   Lembaga ekonomi
        Bertujuan untuk mengatur bidang bidang ekonomi dalam rangka mencapai
Kehidupan yang sejahtera.
fungsi lembaga ekonomi:
1.    Memberi pedoman untuk mendapat bahan pangan
2.    Memberi pedoman untuk melakukan barter
3.    Memberi pedoman tentang harga jual beli
4.    Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja
5.    Memberikan pedoman tentang cara pengupahan
6.    Memberikan pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja
7.    Memberi identitas bagi masyarakat
d.   Lembaga Pendidikan
      Lembaga pendidikan adalah lembagaatau tempat berlangsungnya proses pendidikan yang dilakukandengan tujuan untuk mengubah tingkah laku individu kea rah yang lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Mengenai fungsi lembaga pendidikan ada dua, yaitu fungsi manifest dan fungsi laten. Fungsi manifest adalah fungsi yang tercantum dalam kurikulum sekolah. Fungsi manifest lembaga pendidikan :
1)    Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
2)    Mengembangkan bakat perseorangan demi keputusan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
3)    Melestarikan kebudayaan masyarakat.
4)    Menanamkan ketrampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi laten (fungsi yang tidak disadari ) dari lembaga pendidikan adalah :
1)    Mengurangi pengendalian orang tua.
2)    Mempertahankan system kelas sosial.
3)    Memperpanjang masa remaja.
e.   Lembaga Politik
     Lembaga politik merupakan suatu lembaga yang mengatur pelaksanaan dan wewenang yang menyangkut kepentingan masyarakat agar tercapai suatu keteraturan dan tata tertib kehidupan masyarakat. Poltik merupakan kegiatan yang berkaitan dengan masalah kekuasaan. Lembaga politik yang berkembang di Indonesia adalah :
1.    MPR
2.    Presiden dan wakil presiden.
3.    DPR
4.    DPD
5.    Pemerintahan daerah.
6.    DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.
Fungsi lembaga politik adalah:
1.    Memelihara Ketertiban di Dalam Negeri.
2.    Mengusahakan kesejahteraan Umum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara membuat ikatan Palang

Cara membuat ikatan silang

Tanda Keckapan Pramuka