matematika klas 7 bab persamaan linear satu variabel
Pengertian Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV)
Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV)
1. Pengertian Persamaan Linear Satu Variabel
Perhatikan kalimat-kalimat terbuka di bawah ini.a. x – 3 = 5
b. p2 + 4 = 8
c.5n/6 =15
Kalimat-kalimat terbuka di atas menggunakan tanda hubung ” = ” (sama dengan). Kalimat-kalimat seperti ini disebut persamaan.
Persamaan-persamaan tersebut mempunyai satu variabel (peubah), yaitu x, p, dan n di mana derajat dari masing-masing variabel adalah 1, maka persamaan seperti itu disebut persamaan linear satu variabel.
Bentuk umum PLSV adalah ax + b = 0
2. Sifat-Sifat PLSV
Misalkan A = B adalah persamaan linear dengan variabel x dan c adalah konstanta bukan nol. Persamaan A = B ekuivalen dengan persamaan-persamaan berikut:1. A + C = B + C
2. A – C = B – C
3. A x C = B x C
4. A : C = B : C, C ¹ 0
![]() |
| Gambar: Contoh Persamaan Linear Satu Variabel |
3. Penyelesaian dan Bukan Penyelesaian
Misalkan suatu persamaan x + 3 = 7 dengan variabel x adalah 2, 3, dan 4. Untuk menyelesaikan persamaan ini, kita pilih pengganti x, yaitu:x = 3, maka 2 + 3 = 7 pernyataan salah
x = 3, maka 3 + 3 = 7 pernyataan salah
x = 4, maka 4 + 3 = 7 pernyataan benar
Untuk x = 4, kalimat di atas menjadi benar, maka bilangan 4 disebut penyelesaiannya (jawaban atau akar) dari persamaan tersebut. Jadi, ditulis akarnya = 4.
Bilangan pengganti x yang membuat pernyataan salah, bukan merupakan penyelesaiannya seperti untuk x = 2 dan 3 bukan merupakan akar persamaan tersebut.
Cara menentukan penyelesaian di atas disebut cara substitusi. Untuk menentukan penyelesaian suatu persamaan, selain dengan cara substitusi dapat juga dengan cara menjumlah, mengurangi, mengali, atau membagi kedua ruas persamaan dengan bilangan yang sama.
Contoh Penyelesaian Persamaan Linear Satu Variabel
Terdapat dua cara untuk menentukan penyelesaian dan himpunan penyelesaian pada suatu persamaan linear satu variabel, yakni:
- Subtitusi
- Mencari persamaan-persamaan yang ekuivalen
Pada persamaan bisa dinyatakan ke dalam persamaan yang ekuivalen, yakni dengan cara:
a. Menambah atau mengurangi pada dua ruas dengan bilangan yang sama
b. Mengalikan atau membagi pada dua ruas dengna bilangan bukan nol yang sama
a. Menambah atau mengurangi pada dua ruas dengan bilangan yang sama
b. Mengalikan atau membagi pada dua ruas dengna bilangan bukan nol yang sama
Menurut penjelasan diatas, supaya lebih paham, maka kami beri contoh sebagai berikut:
Diketahui persamaan 3x – 1 = 14; apabila x adalah anggota himpunan P = (3, 4, 5, 6)!
Diketahui persamaan 3x – 1 = 14; apabila x adalah anggota himpunan P = (3, 4, 5, 6)!
Jawaban:
3x-1+14 x Є P = (3,4,5,6)
3x-1+14 x Є P = (3,4,5,6)
a. Cara subtitusi:
3x-1= 14; jika x = 3 = maka 3(3) – 1 = 8 (salah)
3x-1= 14; jika x = 4 = maka 3(4) – 1 = 11 (salah)
3x-1= 14; jika x = 5 = maka 3(5) – 1 = 14 (benar)
3x-1= 14; jika x = 6 = maka 3(6) – 1 = 17 (salah)
Sehingga, penyelesaian dari 3x -1 = 14 adalah 5
b. Mencai persamaan-persamaan yang ekuivalen3x-1= 14; jika x = 4 = maka 3(4) – 1 = 11 (salah)
3x-1= 14; jika x = 5 = maka 3(5) – 1 = 14 (benar)
3x-1= 14; jika x = 6 = maka 3(6) – 1 = 17 (salah)
Sehingga, penyelesaian dari 3x -1 = 14 adalah 5
Dari tabel diatas, apabila x = 5, disubtitusikan pada (a),(b), dan (c) sehingga persamaan tersebut menjadi suatu kesamaan.
(a).
3x-1=14
3(5) – 1 = 14
14 = 14 (ekuivalen)
(b).
3x =15
3 (5) = 15
15 = 15 (ekuivalen)
(c).
x = 5
5 = 5 (ekuivalen)
Yang berarti 3x – 1 = 14 dan 3x = 15 merupakan persamaan yang ekuivalen

Komentar
Posting Komentar